I’m Back

Wow, sudah lama sekali rasanya nggak pernah nge-blog di FS, karena terus terang saja nge-blog disini memang agak ribet. Masih lebih enak nge-blog di wordpress atau di blog dengan alamat sendiri seperti di http://wirautama.net

Tapi toh tidak ada salahnya sekali-sekali balik kesini, sekedar mencari variasi dalam nge-blog. Dan sebelum mengenal wordpress, disinilah pertama kalinya saya mengenal blog. Tapi mengenal blog di FS tidak membuat saya terlalu tertarik untuk benar2 nge-blog dan menjadi blogger. Setelah mengenal wordpress berkat seorang teman kantor (dulu), saya sangat amat jarang lagi nge-blog FS. Semua ide, unek2 dan segala tetek bengek yang ada di kepala saya curahkan di atas keyboard pada mesin wordpress dengan alamat http://wirautama.net

Tapi seperti kata pepatah, kacang lupa kulitnya, dan saya berusaha untuk tidak seperti itu dan melupakan FS. Biar kata orang FS itu ke-kanak2-an, EGP, toh mereka yang bilang seperti itu juga pakai FS kan? hwhuahuahuaua

Eh, main2 ke gubuk saya ya di http://wirautama.net

wirautama.net

Wuih, ternyata blog di FS ini masih ada, sekarang saya udah nge-blog di http://wirautama.net main-main kesana ya..

Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1929

Om Swastiastu

"Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1929"

Semoga di tahun baru Caka 1929 kita dapat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga dunia ini bisa menjadi lebih tentram dan damai selamanya.

Tak lupa saya minta maaf apabila ada kesalahan yang saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Om Santhi Santhi Santhi Om.

Lelah lagi..

Lelah, itulah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Walaupun mungkin terdengar sedikit mengeluh, tapi memang itulah keadaanku yang sebenarnya, aku kini merasa bernafas dalam lumpur. Hari-hariku sebulan belakangan ini benar-benar sibuk, jadwalku padat sekali, seperti jadwal presiden yang bahkan waktu untuk tidur pun rasanya sangat kurang.

Senin sampai jumat aku bekerja seperti biasa, dimana pekerjaan di kantor sekarang jauh lebih padat dari sebelum-sebelumnya. Walaupun tidak sepadat rekan-rekan kerja yang lain, tapi bagiku ini sudah sangat padat, mungkin karena aku awalnya lebih santai, jadi sekarang merasa seperti ini. Mulai dari mempersiapkan materi mengajar, kemudian mengajar, membantu pembuatan jurnal kampus, menyusun KTSP untuk SMK, belum lagi kegiatan-kegiatan "dadakan" lainnya.

Sepulang bekerja, pekerjaan lain sudah menunggu di rumah, yang paling membuatku tidak bisa "bernafas" adalah karena aku sebagai ketua pemuda di banjar. Memang bagi yang tidak pernah merasakan, terlihat gampang dan enteng. Tetapi sebenarnya diperlukan kesabaran yang super tinggi, karena kalau tidak begitu, bisa saja aku sudah emosi menghadapi anggota yang tidak "berwawasan". Apalagi saat ini mendekati perayaan hari raya Nyepi, yang mana saat ini panitia Nyepi sedang sibuk mempersiapkan acara pengerupukan, membuat ogoh-ogoh, mencari sumbangan dari rumah ke rumah, dan aku terlibat didalamnya. Bagi teman-teman yang tidak mengerti, aku memang tidak terlihat membantu pembuatan ogoh-ogoh secara fisik, tapi mereka tidak tahu siapa yang bekerja di belakang layar, terutama untuk urusan uang (baca : mencari donatur). Kadang mereka hanya bisa protes tanpa memberikan suatu solusi.

Beberapa hari lagi puncak acara pengerupukan, mudah-mudahan setelah itu aku bisa sedikit bernafas. Karena memang susah sekali rasanya membagi waktu, aku merasa kekurangan waktu untuk memperhatikan diri sendiri, aku jadi agak jarang memanjakan diri sendiri dan melakukan kepentingan pribadi seperti main volly, merawat kebun, bersih-bersih kamar, dll. Sampai-sampai sekarang dua kali seminggu aku ke laundry, karena aku ga punya waktu untuk nyuci pakaian. Dan satu hal lagi, sang pujaan hati pun sering marah-marah karena aku susah membagi waktu. Belum lagi perkuliahan di Stikom akan dimulai, mau ga mau aku ikut nimbrung cari sesuap nasi disana.

Ah… ingin sekali rasanya lebih santai. "Hidup santai umur panjang"

Special for someone in this Valentine

Kamis, 21 Desember 2006, 01:19
Desiran angin di sore itu, menambah yakin dihatiku, tuk katakan yang sejujurnya.
Mulutku tak mampu berucap, diatas pasir kutulis namamu dan namaku.
Kuselipkan sebuah tanda hati diantaranya.
Kau hanya tersenyum dan sejujurnya aku tak bisa memastikan apa artinya.
Akhirnya kuberanikan diri tuk mengucapkan lewat bibirku,
bahwa “Aku cinta kamu”, dan berharap kamu pun begitu.
Ku mengajakmu tuk melalui hari-hari selanjutnya dengan penuh cinta,
berdua bersamaku. Sekali lagi, aku jujur, saat itu aku telah siap menerima,
semuanya, apapun jawabanmu.
******
Saat ini, 16 hari lagi, saat itu akan menjadi 7 tahun. Ya, hampir 7 tahun.
Kamu pun tahu, 7 tahun bukanlah waktu yang pendek, untuk saling mengenal,
diantara kita. Tahun pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan 16 hari lagi kita akan melewati yang ketujuh.
Tapi, walaupun 7 tahun adalah waktu yang lama, aku tetap menginginkan
tahun yang kedelapan, kesembilan dan seterusnya, untuk hidup berdua
denganmu, selalu bersamamu, selamanya..

Curahan hati ini aku posting dalam rangka Valentine, semoga bisa menjadi hadiah yang special buat Ary KD.

Happy Valentine Day

Besok hari Valentine, yang kata orang
merupakan hari kasih sayang, sebenernya sih setiap hari semestinya hari
kasih sayang, jadi kita saling menyayangi tidak hanya di tgl 14
februari aja. Menyayangi pacar, orang tua, sodara, manusia, hewan,
tumbuhan, pokoknya semua isi bumi ini harus disayangi, tul ga?

Setahuku sih hari kasih sayang ini tidak resmi, terutama di
Indonesia, buktinya tidak ada Libur khusus atau peringatan lainnya di
kalender untuk Valentine, seperti hari peringatan lainnya. Di pelajaran
agama-agama yang ada di Indonesia pun kayaknya tidak ada disebutkan
dengan jelas tentang hari Valentine ini. Tapi entah mengapa gaungnya
begitu luar biasa, bahkan anak SD pun tahu dan ikut merayakan, stasiun
TV, radio, dan hampir berbagai kalangan ikut memanfaatkan momen ini,
baik untuk membuat event, mengungkapkan kasih sayang atau hal lainnya.
Tapi what ever-lah yang penting dampaknya positif bagi kita
semua. Bahkan mungkin pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan hari
Valentine ini untuk dijadikan hari libur Nasional agar rakyat semakin
mengerti dan saling menyayangi dalam rangka hari kasih sayang ini.
Bapak-bapak DPR mungkin juga perlu ikut memperingati hari Valentine
ini, dan memperjuangkan agar di hari Valentine kita bisa libur dan
mengajak keluarga berkumpul untuk mengungkapkan kasih sayang. Tapi
kayaknya sekarang mereka (DPR-red) lagi sibuk ngurusin rapelan, mereka
ikut berdemo seperti buruh-buruh yang terbiasa mengungkapkan keinginan
dengan cara demo. Mungkin sekarang sudah tidak adanya bedanya lagi
antara rakyat dan DPR ato pemerintah. Apa mereka sudah kehilangan urat
kemaluan mereka, DPR kok demo? Hehehe.. Btw, kok jadi ngomongin politik
ya?

Ok deh, kembali ke Valentine Day, tidak usah perdulikan Valentine
itu apa, kapan dirayakan, datangnya dari mana, yang jelas, sebagai
manusia yang mengaku sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, maka
sudah selayaknya kita saling menyayangi, saling mengasihi…

Anker On Wordpress

Teman-temanku yang baik, yang cakep2 dan cantik2, kalo sempat, tolong berkunjung kesini ya Ankerzone , sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

Pengalaman pertama..

Senin, 2 Oktober 2006, 08.00
Kutulis ini di lembar jawaban yang tidak dipakai, ini hari pertama aku menjadi pengawas UTS di sekolah ini. Ternyata rasanya seperti ini, melihat anak-anak SMK yang berusaha mengerjakan soal ujian dengan "berbagai cara". Bagiku, ini lucu, bahkan aku ingin tertawa ngakak, bukan karena sombong mentang-mentang aku aku jadi pengawas mereka, tapi aku teringat ketika aku masih seperti mereka, ketika aku masih SMA. Kini aku kembali berada di ruangan kelas yang sedang melaksanakan ujian, tapi kali ini berbeda sekali, karena aku sebagai pengawasnya.

Ada rasa jengkel juga, ketika mereka bandel, disuruh tenang malah ribut, ada suara hp terdengar, terpaksa aku pun dengan sedikit tampang sangar menyuruh men-turn off hpnya. Huh, ternyata mereka kadang-kadang bisa hampir membuatku marah juga, eit.. ntar dulu, aku jadi teringat, jangan-jangan ini karmapala, karena sewaktu SMA, aku dan teman-teman juga pernah membuat seorang guru benar-benar marah..

Tapi sudahlah, what ever..
Kunikmati semua ini, suka dan duka, perasaan marah dan lucu, kunikmati menjadi seorang guru, seorang dosen, seorang pengajar. Ada rasa puas ketika muridku mendapat sesuatu dariku, walaupun bayaranku tidak seberapa untuk hal itu.

Inilah aku sekarang, mengajarkan apa yang aku bisa, kepada yang belum bisa, apa yang kumiliki didalam otakku, kuberikan kepada mereka, sembari berusaha dan berharap apa yang kuberikan bisa bermanfaat bagi mereka, dan mereka mau menghargaiku walaupun bukan dengan materi, setidaknya mereka mau menyapaku ketika berjumpa.

Aku pun tetap berusaha untuk tetap menjaga apa yang telah ada dikepalaku, dan juga berusaha menambahkan sesuatu yang baru untuk kuberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Bel berbunyi, waktu habis, "oke, silahkan kumpulkan…"

One by one..

Satu persatu, crew gansdoellywood mulai menapak kehidupan baru, awal yang baru untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Tidak terasa, sudah beberapa orang dari kami
menikah, bahkan ada yg sudah hampir punya anak. Hmm… giliranku kapan yach?

Selamat menempuh hidup baru kawan, semoga bahagia selalu…Img_1656

“Saraswati”

Wah… besok saraswati ya..? swear gewer-gewer, aku ga tau, itupun td taunya gara2 dikasi tau temen, malah si Bule Martin yang tau yang notabene dia bukan orang bali(hindu). Emang kayak gini, semenjak pulang ke bali aku jadi agak lupa ama rahinan (hari raya), kalo masih di surabaya, purnama 10 hari lagi pun aku udah tau (maklum mo ke pura ama yayank n beli nasi lawar).

Kalo didaerah ku ada suatu mitos, entah itu benar atau tidak, bahwa kalo hari raya saraswati itu kita ga boleh belajar, jangankan belajar, baca suatu tulisanpun kagak boleh. Kayaknya sih itu emang mitos, tp ada sedikit benarnya juga, mungkin itu awalnya karena di hari sarawati kita mengumpulkan buku-buku pelajaran untuk dikasi banten, jadi, gimana mau belajar pake buku, wong bukunya masih di upacarain, tp setelah itu kan boleh kalee ya..

Udahlah, ga usah ngomongin itu, sedikit serius, yang penting sekarang gimana kita merayakan hari raya ini, bukan hanya dengan sembahyang ke pura jagatnata ato ke sekolah masing2, bersama pacar masing2 juga (sory buat yang jomblo), karena aku ada rasa curiga, jangan2 itu hanya buat alasan biar dikasi ngajak pacar kita hang out ama ortunya (emang sih, ini berdasarkan pengalaman pribadi), maklum aku kan juga pernah muda (hehe, skg juga masih muda sih).

Ok deh, apapun cara kita, yang penting kita tetap belajar, saraswati ato tidak, kayak kata pepatah orang bali jaman dulu "long life education", belajar tak kenal usia, dan jangan lupa kata sangut di wayang cenk blonk, "seperti padi, semakin merunduk semakin berisi", dan satu hal lagi, belajarlah hal yang baik dan gunakan untuk kebaikan.. okeh…

Next Page »